BAHASA ASING UNTUK USIA DINI BUKAN JAMINAN KEBERHASILAN BERBAHASA ANAK

Mei 15, 2009 at 8:32 am Tinggalkan komentar

Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada juga yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang orang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya.

Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian marak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tidak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-kanak.

Fenomena seperti ini antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa bahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu.

Menurut pendapat saya bahwa ketika anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar atau Taman Kanak-kanak sudah dituntut untuk mempelajari bahasa asing bukan tidak mungkin hal ini merupakan beban yang sangat berat untuk mereka.

Kenyataan ini bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Disamping akan menimbulkan beban psikologis, tak tertutup kemungkinan laju perkembangan bahasa daerah dan nasional anak pun malahan terhambat, atau justru merusak sistem-sistem bahasa yang terlebih dahulu dia kuasai.

Menurut saya dalam mempelajari dua bahasa tidak akan dapat menguasai kedua bahasa itu dengan sama baiknya. Juga tidak akan sebaik mempelajari satu bahasa. Kerja otak untuk menguasai dua bahasa akan menghambat anak untuk mempelajari hal lain yang harus dikuasai. Perkembangan bahasa anak terganggu, baik dalam penguasaan kosa kata, struktur tata bahasa, bentuk kata, dan beberapa penyimpangan bahasa lainnya.

Kita semua tahu bahwa dalam era global penguasaan bahasa inggris hukumnya wajib. Siapa yang ingin luas pergaulan, sukses berbisnis, maupun menguasai ilmu pengetahuan mau tidak mau harus menguasai bahasa yang satu ini. Namun, dalam penamaan kita dituntut sikap bijaksana dan tidak tergesa-gesa.

Disamping itu perlu mempertimbangkan kemampuan anak, para orang tua hendaknya memperhatikan pula kepentingan anak akan penguasaan bahasa daerah dan nasional. Kedua bahasa itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari fungsi keseharian dan tanggung jawab sosial anak. Sebab itu, akan lebih baik bila bahasa inggris atau bahasa asing lain diberikan setelah bahasa daerah dan bahasa nasional terkuasai secara mantap. Pengajaran bahasa asing dalam usia dini bukan jaminan mutlak keberhasilan berbahasa pada anak.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) SEBAGAI KRITIK PUISI CINTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
    Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: